
Jakarta - Tiongkok berencana memperkenalkan sistem battery swap untuk mobil listrik di Indonesia pada tahun 2026. Langkah ini menandai ekspansi teknologi pengisian daya alternatif di pasar kendaraan listrik Tanah Air yang sedang berkembang pesat.
Teknologi battery swap memungkinkan pemilik mobil listrik mengganti baterai kosong dengan baterai penuh dalam hitungan menit, tanpa perlu menunggu proses charging yang bisa memakan waktu 30 menit hingga beberapa jam.
Sistem ini bekerja dengan stasiun khusus yang menyimpan baterai cadangan. Ketika baterai mobil hampir habis, pengemudi cukup mampir ke stasiun swap, dan baterai kosong ditukar dengan yang sudah terisi penuh dalam waktu kurang dari 5 menit.
"Ini adalah solusi untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur charging station dan waktu tunggu yang lama," ungkap perwakilan industri EV dari Tiongkok dalam konferensi pers di Beijing, seperti dilansir dari berbagai sumber industri, Jumat (3/5/2026).
Baca Juga:
Daftar Lokasi SPKLU dan Pilihan Daya untuk Mobil Listrik di Tol Cipali
Respon BYD Indonesia Atas Keluhan Akbar Faizal Soal BYD Seal
Langkah Tiongkok ini sejalan dengan upaya Indonesia mempercepat adopsi mobil listrik. Pemerintah telah menetapkan berbagai insentif, meskipun aturan pajak kendaraan listrik kini disesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026.
Beberapa produsen mobil listrik yang telah hadir di Indonesia seperti BYD, Wuling, MG, Hyundai, dan VinFast terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik, termasuk infrastruktur pengisian daya.
Meski menjanjikan, implementasi battery swap di Indonesia menghadapi beberapa tantangan:
Standarisasi baterai: Setiap produsen menggunakan desain baterai berbeda, sehingga perlu kesepakatan standar untuk sistem swap lintas merek.
Investasi infrastruktur: Membangun stasiun swap memerlukan modal besar dan lahan strategis.
Regulasi: Pemerintah perlu menyiapkan kerangka regulasi untuk keamanan dan operasional sistem swap.
Namun, jika berhasil diimplementasikan, teknologi ini dapat menjadi game changer bagi adopsi mobil listrik di Indonesia, terutama untuk kendaraan komersial seperti taksi dan armada logistik yang membutuhkan uptime tinggi.
Bagi calon pembeli mobil listrik di Indonesia, kehadiran sistem battery swap memberikan alternatif selain charging station konvensional. Ini dapat mengurangi range anxiety atau kekhawatiran kehabisan daya di perjalanan.
Saat ini, beberapa model mobil listrik yang tersedia di Indonesia memiliki jarak tempuh bervariasi, dari 300 km hingga lebih dari 500 km per pengisian penuh, tergantung kondisi berkendara dan kapasitas baterai.
Industri otomotif nasional mengamati perkembangan ini dengan cermat. Jika teknologi swap terbukti efektif, bukan tidak mungkin produsen lokal dan startup Indonesia akan mengadopsi model serupa untuk mempercepat elektrifikasi transportasi.
Sumber : oto.detik.com/mobil/d-8472211/china-siap-invasi-sistem-baterai-swap-mobil-listrik-di-indonesia-tahun-ini
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Belum ada artikel trending.