
Ford merombak struktur organisasi EV-nya dan mengakhiri era Doug Field, sosok yang selama ini menjadi simbol pendekatan Silicon Valley di tubuh pabrikan Amerika itu. Pesan dari langkah ini cukup terang: sekarang Ford lebih ingin bicara biaya, margin, dan industrialisasi daripada eksperimen budaya organisasi.
Selama beberapa tahun terakhir, unit EV Ford diposisikan terpisah agar bisa bergerak lebih cepat. Namun tekanan pasar, perlambatan EV di Amerika Utara, dan kebutuhan profitabilitas membuat model tersebut tampaknya dianggap tidak cukup efektif.
Yang menarik, Ford tidak menutup proyek EV murahnya. Platform baru dan pikap listrik murah masih dipertahankan, tetapi kini ditempatkan lebih dekat dengan lini manufaktur dan target margin perusahaan secara keseluruhan.
Itu berarti taruhannya berubah. Bukan lagi apakah Ford punya visi EV, melainkan apakah Ford bisa memproduksi EV dengan biaya yang cukup masuk akal untuk bertahan dalam perang harga global.
Menurut pembacaan Kabarev, langkah Ford adalah bentuk realisme yang keras. Banyak legacy automaker kini sadar bahwa masalah utama EV bukan sekadar produk, tetapi kemampuan mengeksekusinya secara industrial dengan margin sehat.
Bagi Ford, fase berikutnya bukan tentang mimpi EV paling heboh, melainkan tentang membuktikan bahwa strategi EV-nya bisa benar-benar menghasilkan uang.
Sumber: Electrek
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Belum ada artikel trending.