
PLN mencatat penggunaan SPKLU selama periode Lebaran 2026 naik 4,14 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Angka ini penting karena untuk pertama kalinya mudik benar-benar menjadi tes lapangan paling nyata bagi ekosistem EV Indonesia.
Selama ini, pertumbuhan populasi EV sering dibaca dari penjualan. Namun data transaksi charging saat periode mobilitas tinggi jauh lebih jujur, karena menunjukkan apakah infrastruktur publik sanggup bekerja ketika beban pemakaian benar-benar meningkat.
Lonjakan transaksi dan konsumsi listrik berarti dua hal sekaligus. Pertama, jumlah pengguna EV yang aktif untuk perjalanan jarak jauh jelas bertambah. Kedua, kepercayaan pengemudi terhadap jaringan charging publik mulai tumbuh lebih kuat.
Buat PLN dan pemerintah, hasil ini memberi pijakan yang lebih kredibel untuk mempercepat ekspansi infrastruktur berikutnya. Karena sekarang yang dibuktikan bukan lagi simulasi, melainkan perilaku pengguna di jalan nyata.
Menurut pembacaan Kabarev, mudik 2026 adalah titik penting bagi EV Indonesia. Begitu kendaraan listrik sanggup melewati musim perjalanan paling berat tanpa drama besar, persepsi publik akan berubah jauh lebih cepat.
Pekerjaan rumahnya tentu belum selesai, tetapi data Lebaran ini memberi bukti bahwa ekosistem EV Indonesia sudah bergerak dari fase percobaan ke fase penggunaan yang lebih matang.
Sumber: PLN
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Belum ada artikel trending.