
Bandung Barat - Kementerian ESDM memastikan kesiapan SPKLU di Jawa Barat untuk melayani pemudik kendaraan listrik selama Lebaran 2026. Dalam keterangan resminya, jumlah SPKLU di wilayah ini naik dari 416 unit pada Lebaran 2025 menjadi 584 unit pada 2026.
Kenaikan ini penting karena Jawa Barat merupakan koridor utama mobilitas darat nasional. Ketika pemerintah bersama PLN mempertebal titik pengisian di wilayah ini, pesan yang ingin dibangun cukup jelas: mobil listrik harus bisa dipakai bukan hanya di kota, tetapi juga untuk perjalanan antarkota saat periode tersibuk.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut sejumlah unit juga ditingkatkan dari fast charging ke ultra fast charging. Sementara PLN melaporkan jarak rata-rata antar SPKLU di Jawa Barat kini sekitar 28 kilometer, sedikit lebih rapat dibanding tahun sebelumnya.
Perbandingan ini penting karena menunjukkan kemajuan yang bisa diukur, bukan sekadar klaim kesiapan. Saat jumlah unit naik dan jarak antar charger makin pendek, risiko antrean serta kecemasan jarak tempuh saat mudik juga ikut ditekan.
Menurut pembacaan Kabarev, keberhasilan EV di Indonesia akan sangat ditentukan oleh momen seperti mudik. Jika pengguna merasa perjalanan panjang bisa ditempuh tanpa drama charger, kepercayaan pasar akan naik jauh lebih cepat dibanding sekadar kampanye pemasaran.
Karena itu, penguatan koridor SPKLU seperti di Jawa Barat sebetulnya bukan hanya proyek layanan, tetapi proyek pembentukan persepsi publik terhadap kesiapan EV nasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Belum ada artikel trending.