
Jakarta - VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam, terus memperkuat ekspansinya di pasar Indonesia sepanjang 2026. Langkah ini ditandai dengan peresmian pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, dan perluasan jaringan dealer di berbagai kota.
VinFast telah menginvestasikan lebih dari US$300 juta untuk pabrik di Subang dengan kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun. Perusahaan menargetkan peningkatan investasi hingga US$1 miliar dengan kapasitas mencapai 350.000 unit per tahun untuk memenuhi pasar domestik dan ekspor.
"Kami berkomitmen penuh terhadap pasar Indonesia. Pabrik di Subang akan menjadi hub produksi regional kami untuk ASEAN," ujar CEO VinFast Indonesia dalam acara peresmian fasilitas tersebut.
Pabrik ini akan memproduksi sepeda motor listrik dan kendaraan listrik, termasuk model-model SUV dan MPV yang telah diluncurkan di pasar Indonesia.
Menariknya, VinFast mengumumkan tidak akan menaikkan harga mobil listrik mereka pada 2026, meski fasilitas impor utuh (CBU) dengan pembebasan bea masuk telah berakhir pada 31 Desember 2025. Unit yang dirakit lokal akan memiliki harga yang sama dengan unit impor.
Berikut daftar harga mobil listrik VinFast di Indonesia per Mei 2026:
Model termahal adalah VinFast VF 7 seharga Rp 599 Juta, sementara model paling terjangkau adalah VinFast VF 3 di harga Rp 230,13 Juta.
Saat ini, VinFast telah memiliki 17 dealer resmi yang tersebar di 11 kota di Indonesia. Ekspansi jaringan ini bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam mengakses produk dan layanan purna jual VinFast.
Model populer VinFast di Indonesia antara lain:
Salah satu keunggulan VinFast adalah menawarkan skema kepemilikan baterai yang fleksibel. Konsumen dapat memilih untuk membeli baterai sekaligus atau menyewa baterai dengan biaya bulanan, mirip dengan model bisnis yang diterapkan di pasar lain.
Skema ini memungkinkan harga awal kendaraan lebih terjangkau, karena komponen baterai yang biasanya menyumbang 30-40% dari total harga kendaraan dapat dipisahkan dari pembelian unit.
Kehadiran VinFast dengan strategi lokalalisasi produksi memberikan beberapa dampak positif:
Dengan komitmen investasi hingga US$1 miliar dan target produksi 350.000 unit per tahun, VinFast memposisikan Indonesia sebagai basis produksi regional untuk pasar ASEAN. Ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia menarik investasi di sektor kendaraan listrik.
Keputusan VinFast untuk tidak menaikkan harga meski insentif CBU berakhir menunjukkan kepercayaan diri perusahaan terhadap daya beli pasar Indonesia dan efisiensi produksi lokal mereka.
Bagi konsumen, ini adalah kabar baik karena意味着 lebih banyak pilihan mobil listrik dengan harga yang tetap kompetitif di tengah semakin ketatnya persaingan pasar EV di Indonesia.
Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber berita terpercaya. Last update: 3 Mei 2026.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Belum ada artikel trending.