
Jakarta - PLN menyiapkan 4.769 unit SPKLU untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026. Angka itu menunjukkan pemerintah dan operator listrik nasional kini semakin serius memperlakukan charging EV sebagai infrastruktur perjalanan, bukan sekadar pelengkap gaya hidup perkotaan.
Penebalan jaringan charging penting karena musim mudik adalah ujian paling berat bagi mobil listrik di Indonesia. Kalau ekosistem mampu melayani perjalanan jarak jauh saat lalu lintas padat, kepercayaan pengguna terhadap EV biasanya akan naik jauh lebih cepat dibanding promosi biasa.
PLN juga menekankan bahwa titik SPKLU disebar di jalur utama, rest area, dan lokasi strategis lain yang berdekatan dengan mobilitas antarkota. Artinya, fokus tahun ini bukan hanya menambah jumlah unit, tetapi juga memperbaiki relevansi lokasi.
Dari sudut pasar, strategi ini lebih penting daripada terlihat. Konsumen tidak membeli rasa aman dari angka total charger, melainkan dari keyakinan bahwa charger tersedia di jalur yang benar pada saat dibutuhkan.
Menurut pembacaan Kabarev, ekspansi seperti ini adalah langkah yang tepat karena hambatan terbesar EV Indonesia masih ada pada persepsi jarak dan kepraktisan. Selama dua hal itu belum dijinakkan, harga dan fitur mobil saja belum cukup untuk mengubah pasar secara cepat.
Kalau jaringan 4.769 SPKLU ini benar-benar terasa di lapangan, mudik 2026 bisa menjadi salah satu momen paling penting untuk membangun legitimasi EV sebagai kendaraan utama, bukan sekadar kendaraan kedua.
Sumber: PT PLN (Persero)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Belum ada artikel trending.